
Itulah gambaran keadaan stasiun yang menjadi gambaran PT KAI pada umumnya, kumuh tidak nyaman dan tidak aman.
Kini dengan kedisiplinan yang diterapkan oleh dirut terpilih, jonan, ditangan jonan ini pelayanan menjadi nomor satu. Awalnya kelihatan sulit, namun ketika dilakukan berkala dan dibiasakan semua ternyata bisa. Ternyata kita bisa tertib dan disiplin jika ada yang mengkomando dan berani breakthrough/menerobos hambatan.
Saat ini rasakan saja menjadi penumpang kereta api ekonomi lokal sekalipun, sudah sangat nyaman dan aman. Kebersihan kereta api terutama, sangat di utamakan. Sudah ada OTC (on train cleaning) serta security di dalam kereta.
Masalah yang muncul dari penerapan pelayanan dengan disipln tersebut memang menabrak kebiasaan yang menjadi lembaga ditatanan kehidupan lingkup kereta api, seperti asongan. Disatu sisi pedagang asongan menggantungkan mata pencahariannya di dalam kereta api. Harus ada titik temu yang harus ditaati bersama jika dirasa negoisasi yang dilakukan saling menguntungkan. Tidak perlu saling curiga antara pihak KAI dan pihak Asongan. Nanti akan ketemu titik terbaik bagi kedua belah pihak.
Langkah disiplin sebagai kunci pelayanan PT KAI ini perlu di tiru oleh intansi pemerintah lainnya atau setidaknya ditiru oleh BUMN jika ingin memberikan pelayanan terbaik.
0 comments:
Post a Comment